Senin, 16 November 2015

Kesetimbangan Kimia

A. Kesetimbangan

Keadaan setimbang atau reaksi kesetimbangan merupakan kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiri
adalah sama.
Berdasarkan arahnya, reaksi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Reaksi bolak-balik (reversible/dua arah)
Reaksi reversible adalah zat pereaksi yang dapat bereaksi membentuk zat hasil dan zat hasil dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-cirinya:
a. Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan E)
b. Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri.
c. Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.
d. zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula.
2. Reaksi berkesudahan (irreversible/satu arah)
Reaksi irreversible yaitu zat pereaksi yang dapat berubah menjadi hasil sedangkan zat hasil
zat
tidak dapat membentuk kembali zat pereaksi. Ciri-cirinya:
a. Reaksi ditulis dengan satu anak panah
b. Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
c. Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.
d. Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.
Berdasarkan wujudnya, kesetimbangan terbagi 2. yaitu:
1. Kesetimbangan Homogen. yaitu kesetimbangan dimana zat yang terlibat berwujud sama. Contoh:
N2(g) + 3 H2(g) → NH3(g)
2. Kesetimbangan Heterogen, adalah kesetimbangan dimana zat yang terlibat dalam reaksi berbeda
wujud. Contoh: H2O (l) → H2O(g)

B. Konsep Kesetimbangan Dinamis

Kesetimbangan bersifat dinamis yang berarti dalam keadaan setimbang tidak terjadi perubahan konsentrasi dan warna secara makroskopis sedangkan secara mikroskopis reaksinya berlangsung bolak-balik.
Menurut Henry Louis Le Chatelier kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh pihak lain sehingga dirumuskan azas Le Chatelier yang berbunyi: “Apabila pada sistem kesetimbangan yang berlangsung diberi suatu aksi, maka akan timbul reaksi dari sistem sehingga memperkecil aksi tersebut”

C. Faktor Pergeseran Kesetimbangan

1. Konsentrasi

Jika konsentrasi akan bergeser ke arah zat hasil pereaksi diperbesar maka kesetimbangan Sebaliknya jika konsentrasi zat hasil diperbesar kesetimbangan akan bergeser ke arah zat pereaksi.

2. Tekanan dan Volume

Jika dalam sistem kesetimbangan volume ditambah (tekanan menjadi kecil) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih besar. Sebaliknya jika volume diperkecil (tekanan menjadi besar), kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih kecil. Perubahan tekanan dan volume tidak berpengaruh jika jumlah koefisien pada kedua ruas sama besar.

3. Temperatur

Jika temperatur dalam sistem kesetimbangan dinaikkan maka kesetimbangan akan bergeser ke reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepas kalor (eksoterm). Perbedaan wujud zat tidak berpengaruh terhadap perubahan suhu.

4. Katalis

Dalam kesetimbangan, katalis ditambahkan sebelum terjadinya keadaan setimbang. Ini dilakukan karena katalis tidak akan menggeser kesetimbangan melainkan mempercepat tercapainya keadaan setimbang.

D. Hukum Tetapan Kesetimbangan

1. Harga Kc

“Hasil kali dan konsentrasi produk dibagi dengan hasil kali konsentrasi reaktan yang masing – masingnya dipangkatkan dengan koefisien reaksi adalah tetap pada suhu tetap”

a. Reaksi Homogen

Persamaan reaksi kesetimbangan:
p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (K):
K_c=\frac{[C]^r \times [D]^s}{[A]^p \times [B]^q}

b. Reaksi Heterogen

Persamaan reaksi kesetimbangan :
p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (K):
K_c=\frac{[C]^r \times [D]^s}{[A]^p}
menghitung harga Kc
K_c=\frac{[C]^r \times [D]^s}{[A]^p \times [B]^q}
p A   +   q B   →  r C   +  s D
Mula        :    e           f         –           –
Bereaksi  :    g           h            k           l
——————————————
Setimbang    i           j              k           l
Keterangan :
e : mol A mula mula
f : mol B mula mula
g : mol A yang bereaksi
h : mol B yang bereaksi
i : mol A pada setimbang
j : mol B pada setimbang
k : mol C pada setimbang
l : mol D pada setimbang

2. Harga Kp

a. Reaksi Homogen

Persamaan reaksi kesetimbangan:
p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (Kp):
K_p=\frac{[P_C]^r \times [P_D]^s}{[P_A]^p \times [P_B]^q}

b. Reaksi Heterogen

Persamaan reaksi kesetimbangan:
p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (K):
K_p=\frac{[P_C]^r \times [P_D]^s}{[P_A]^p}
Pa : Tekanan Parsial A
Pb : Tekanan Parsial B
Pc : Tekanan Parsial C
Pd : Tekanan Parsial D

3. Tekanan Parsial

Tekanan parsial adalah tekanan yang ditimbulkan oleh suatu gas dalam suatu ruang. Sedangkan tekanan total adalah tekanan yang ditumbulkan oleh campuran – campuran gas gas dalam suatu ruangan.
Tekanan Parsial=\frac{mol zat yang terurai}{mol zat mula mula} \times P total
P total = P_A + P_B + P_C + P_D

4. Hubungan antara Kp dan Kc

Kp = Kc(RT)Δn

Keterangan :
R    : 0,082 L.atm/K.mol
T    : Temperatur mutlak kelvin  oC+ 273o
Δn : Selisih jumlah mol produk jumlah mol reaktan
Kc : Jumlah koefisien – koefisien reaktan

5. Derajat Disosiasi

Derajat disosiasi merupakan bagian atau persentase mol yang terurai terhadap mol zat mula mula
\alpha=\frac{mol zat yang terurai}{mol zat mula mula}
merupakan keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya produk. Kesetimbangan kimia bersifat dinamis sehingga juga sering disebut kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi bolak-balik pada saat keadaan konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap terjadi reaksi (terus-menerus). Kesetimbangan dinamis tidak terjadi secara makroskopis melainkan secara mikroskopis (partikel zat). Berikut penjelasan tentang kesetimbangan kimia. ads Pembahasan Kesetimbangan Kimia Lengkap Pengertian Kesetimbangan Kimia Seperti yang diuraikan di atas bahwa pengertian kesetimbangan kimia adalah keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya produk. Reaksi akan terjadi terus menerus secara mikroskopis sehingga disebut kesetimbangan dinamis. Ciri-ciri Keadaan Setimbang Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatan setimbang sebagai berikut. Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap. Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan. Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk. Konsentrasi produk dan reaktan tetap. Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat. Pergeseran Kesetimbangan Kimia Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya konsentrasi zat, temperatur, dan tekanan atau volume. Berikut ulasan lengkapnya. Pengaruh Konsentrasi Zat terhadap kesetimbangan kimia Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya. Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya. Contoh : Pada persamaan reaksi berikut. N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ Apabila konsentrasi N2 ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena bila konsentrasi zat ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah yang ditambah konsentrasinya. Apabila konsentrasi N2 dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena bila konsentrasi zat dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang ditambah konsentrasinya. Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap kesetimbangan kimia Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil. Apabila tekanan pada sistem diperkecil/volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar. "Tekanan dan Volume berbanding terbalik" Contoh : Pada persamaan reaksi berikut N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4 Jumlah mol produk = 2 Apabila tekanan pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2. Apabila volume pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika volume sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2. Apabila tekanan pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4. Apabila volume pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika volume sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4. Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm). Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor (eksoterm). Contoh : Pada persamaan reaksi [A] + [B] <==> [C] H = -X [C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan kalor). Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm). Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm). Hukum Kesetimbangan Kimia Hukum kesetimbangan kimia atau tetapan kestimbangan adalah perbandingan dari hasil kali konsentrasi produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan konsentrasi reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. Tetapan kestimbangan biasa disimbolkan dengan "K" atau "Kc" Rumus Umum Kesetimbangan Kimia Persamaan atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu, Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan Heterogen Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak sama, sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni larutan dan gas. Kesetimbangan Homogen Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama, sehingga seluruh konsentrasi zat digunakan untuk menentukan tetapan kesetimbangan. Namun yang perlu diingat, bahwa yang dipengaruhi tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja. Contoh Soal Diketahui suatu reaksi kesetimbangan 2A + B <==> A2B Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B. Jika dalam kesetimbangan 0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah.... Jawab Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut. Kesetimbangan Kimia Jadi Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan Kimia Volume dalam permaslahan di atas tidak berpengaruh karena akan saling menghilangkan. Tetapan Kesetimbangan Parsial Tetapan kesetimbangan parsial adalah perbandingan dari hasil kali tekanan pasrsial produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan tekanan pasrsial reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. Tetapan kestimbangan parsial disimbolkan "Kp". Kesetimbangan Kimia Ket : p = tekanan parsial Kesetimbangan Kimia Ket : pX = tekanan parsial yang dicari nX = mol dari zat yang dicari tekanan parsialnya En = total mol sistem Ep = total tekanan parsial sistem Contoh Soal Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2. Pada saat kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan total campuran gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp. Jawaban Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut. Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan Kimia Total mol dalam sistem Mancari tekanan parsial pada setiap zat dengan persamaan Kesetimbangan Kimia Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm Kesetimbangan Kimia Hubungan Kesetimbangan Tekanan Parsial dengan Tetapan Kesetimbangan Hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial dengan tekanan kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan : Kesetimbangan Kimia Ket : R = kostanta gas T = Suhu p,q,m, dan n = kofisien dari zat yang bereaksi. Derajat Disosiasi Derajat disosiasi adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui berapa bagian zat yang terdisosiasi. Persamaan derajat disosiasi yakni Kesetimbangan Kimia Arti Tetapan Kesetimbangan Tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk beberapa fungsi antara lain Memberi petunjuk tentang posisi kesetimbangan Pada reaksi kesetimbangan, Kc dan Kp merupakan perbadingan konsentrasi atau tekanan parsial dari zat hasil reaksi (produk) dengan zat peraksi (reaktan) dalam keadaaan setimbang. -Jika nilai Kc atau Kp besar menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sempurna atau hampir sembpurna. -Jika nilai Kc atau Kp kecil menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sedikit. Meramalkan arah reaksi Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan zat-zat hasil reaksi yag dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang maka harga diperoleh disebut quotion reaksi (Qc). Qc merupakan perbandingan konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc dengan ketentuan sebagai berikut. - Jika Qc < Kc maka reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai terjadi keadaan setimbang. - Jika Qc > Kc maka reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai terjadi keadaan setimbang. - Jika Qc = Kc maka terjadi keadaan setimbang. Demikianlah penjelasan panjang mengenai kesetimbangan kimia, semoga Anda bisa memahami penjelasan yang begitu singkat di atas. Semoga membantu.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2014/12/pembahasan-kesetimbangan-kimia-lengkap.html
merupakan keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya produk. Kesetimbangan kimia bersifat dinamis sehingga juga sering disebut kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi bolak-balik pada saat keadaan konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap terjadi reaksi (terus-menerus). Kesetimbangan dinamis tidak terjadi secara makroskopis melainkan secara mikroskopis (partikel zat). Berikut penjelasan tentang kesetimbangan kimia. ads Pembahasan Kesetimbangan Kimia Lengkap Pengertian Kesetimbangan Kimia Seperti yang diuraikan di atas bahwa pengertian kesetimbangan kimia adalah keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju terbentuknya produk. Reaksi akan terjadi terus menerus secara mikroskopis sehingga disebut kesetimbangan dinamis. Ciri-ciri Keadaan Setimbang Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatan setimbang sebagai berikut. Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap. Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang berlawanan. Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk. Konsentrasi produk dan reaktan tetap. Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat. Pergeseran Kesetimbangan Kimia Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya konsentrasi zat, temperatur, dan tekanan atau volume. Berikut ulasan lengkapnya. Pengaruh Konsentrasi Zat terhadap kesetimbangan kimia Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya. Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya. Contoh : Pada persamaan reaksi berikut. N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ Apabila konsentrasi N2 ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena bila konsentrasi zat ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser dari arah yang ditambah konsentrasinya. Apabila konsentrasi N2 dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena bila konsentrasi zat dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang ditambah konsentrasinya. Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap kesetimbangan kimia Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil. Apabila tekanan pada sistem diperkecil/volume ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar. "Tekanan dan Volume berbanding terbalik" Contoh : Pada persamaan reaksi berikut N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4 Jumlah mol produk = 2 Apabila tekanan pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2. Apabila volume pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan, karena jika volume sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil yakni 2. Apabila tekanan pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4. Apabila volume pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri, karena jika volume sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4. Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm). Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor (eksoterm). Contoh : Pada persamaan reaksi [A] + [B] <==> [C] H = -X [C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan kalor). Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm). Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm). Hukum Kesetimbangan Kimia Hukum kesetimbangan kimia atau tetapan kestimbangan adalah perbandingan dari hasil kali konsentrasi produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan konsentrasi reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. Tetapan kestimbangan biasa disimbolkan dengan "K" atau "Kc" Rumus Umum Kesetimbangan Kimia Persamaan atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu, Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan Heterogen Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak sama, sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni larutan dan gas. Kesetimbangan Homogen Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi sama, sehingga seluruh konsentrasi zat digunakan untuk menentukan tetapan kesetimbangan. Namun yang perlu diingat, bahwa yang dipengaruhi tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja. Contoh Soal Diketahui suatu reaksi kesetimbangan 2A + B <==> A2B Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B. Jika dalam kesetimbangan 0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah.... Jawab Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut. Kesetimbangan Kimia Jadi Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan Kimia Volume dalam permaslahan di atas tidak berpengaruh karena akan saling menghilangkan. Tetapan Kesetimbangan Parsial Tetapan kesetimbangan parsial adalah perbandingan dari hasil kali tekanan pasrsial produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan tekanan pasrsial reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. Tetapan kestimbangan parsial disimbolkan "Kp". Kesetimbangan Kimia Ket : p = tekanan parsial Kesetimbangan Kimia Ket : pX = tekanan parsial yang dicari nX = mol dari zat yang dicari tekanan parsialnya En = total mol sistem Ep = total tekanan parsial sistem Contoh Soal Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2. Pada saat kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan total campuran gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp. Jawaban Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut. Kesetimbangan Kimia Kesetimbangan Kimia Total mol dalam sistem Mancari tekanan parsial pada setiap zat dengan persamaan Kesetimbangan Kimia Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm Kesetimbangan Kimia Hubungan Kesetimbangan Tekanan Parsial dengan Tetapan Kesetimbangan Hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial dengan tekanan kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan : Kesetimbangan Kimia Ket : R = kostanta gas T = Suhu p,q,m, dan n = kofisien dari zat yang bereaksi. Derajat Disosiasi Derajat disosiasi adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui berapa bagian zat yang terdisosiasi. Persamaan derajat disosiasi yakni Kesetimbangan Kimia Arti Tetapan Kesetimbangan Tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk beberapa fungsi antara lain Memberi petunjuk tentang posisi kesetimbangan Pada reaksi kesetimbangan, Kc dan Kp merupakan perbadingan konsentrasi atau tekanan parsial dari zat hasil reaksi (produk) dengan zat peraksi (reaktan) dalam keadaaan setimbang. -Jika nilai Kc atau Kp besar menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sempurna atau hampir sembpurna. -Jika nilai Kc atau Kp kecil menunjukkan bahwa reaksi tekanan berlangsung sedikit. Meramalkan arah reaksi Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan zat-zat hasil reaksi yag dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang maka harga diperoleh disebut quotion reaksi (Qc). Qc merupakan perbandingan konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc dengan ketentuan sebagai berikut. - Jika Qc < Kc maka reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai terjadi keadaan setimbang. - Jika Qc > Kc maka reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai terjadi keadaan setimbang. - Jika Qc = Kc maka terjadi keadaan setimbang. Demikianlah penjelasan panjang mengenai kesetimbangan kimia, semoga Anda bisa memahami penjelasan yang begitu singkat di atas. Semoga membantu.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2014/12/pembahasan-kesetimbangan-kimia-lengkap.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

3 November

Mana mungkin aku lupa akan harimu? Hari yang mungkin sempat menjadi kebahagiaan bagi orang di masa lalumu Hari dimana kau ada, dan aku sanga...