Kesetimbangan Kimia
A. Kesetimbangan
Keadaan setimbang atau reaksi kesetimbangan merupakan kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiriadalah sama.
Berdasarkan arahnya, reaksi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Reaksi bolak-balik (reversible/dua arah)
Reaksi reversible adalah zat pereaksi yang dapat bereaksi membentuk zat hasil dan zat hasil dapat bereaksi kembali membentuk zat pereaksi. Ciri-cirinya:
a. Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan E)
b. Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri.
c. Reaksi tidak pernah berhenti karena komponen zat tidak pernah habis.
d. zat hasil reaksi dapat bereaksi kembali menjadi zat mula-mula.
2. Reaksi berkesudahan (irreversible/satu arah)Reaksi irreversible yaitu zat pereaksi yang dapat berubah menjadi hasil sedangkan zat hasil
zat
tidak dapat membentuk kembali zat pereaksi. Ciri-cirinya:
a. Reaksi ditulis dengan satu anak panah
b. Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis.
c. Reaksi berlangsung satu arah dari kiri ke kanan.
d. Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula.
Berdasarkan wujudnya, kesetimbangan terbagi 2. yaitu:1. Kesetimbangan Homogen. yaitu kesetimbangan dimana zat yang terlibat berwujud sama. Contoh:
N2(g) + 3 H2(g) → NH3(g)
2. Kesetimbangan Heterogen, adalah kesetimbangan dimana zat yang terlibat dalam reaksi berbeda
wujud. Contoh: H2O (l) → H2O(g)
B. Konsep Kesetimbangan Dinamis
Kesetimbangan bersifat dinamis yang berarti dalam keadaan setimbang tidak terjadi perubahan konsentrasi dan warna secara makroskopis sedangkan secara mikroskopis reaksinya berlangsung bolak-balik.Menurut Henry Louis Le Chatelier kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh pihak lain sehingga dirumuskan azas Le Chatelier yang berbunyi: “Apabila pada sistem kesetimbangan yang berlangsung diberi suatu aksi, maka akan timbul reaksi dari sistem sehingga memperkecil aksi tersebut”
C. Faktor Pergeseran Kesetimbangan
1. Konsentrasi
Jika konsentrasi akan bergeser ke arah zat hasil pereaksi diperbesar maka kesetimbangan Sebaliknya jika konsentrasi zat hasil diperbesar kesetimbangan akan bergeser ke arah zat pereaksi.2. Tekanan dan Volume
Jika dalam sistem kesetimbangan volume ditambah (tekanan menjadi kecil) maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih besar. Sebaliknya jika volume diperkecil (tekanan menjadi besar), kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih kecil. Perubahan tekanan dan volume tidak berpengaruh jika jumlah koefisien pada kedua ruas sama besar.3. Temperatur
Jika temperatur dalam sistem kesetimbangan dinaikkan maka kesetimbangan akan bergeser ke reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepas kalor (eksoterm). Perbedaan wujud zat tidak berpengaruh terhadap perubahan suhu.4. Katalis
Dalam kesetimbangan, katalis ditambahkan sebelum terjadinya keadaan setimbang. Ini dilakukan karena katalis tidak akan menggeser kesetimbangan melainkan mempercepat tercapainya keadaan setimbang.D. Hukum Tetapan Kesetimbangan
1. Harga Kc
“Hasil kali dan konsentrasi produk dibagi dengan hasil kali konsentrasi reaktan yang masing – masingnya dipangkatkan dengan koefisien reaksi adalah tetap pada suhu tetap”a. Reaksi Homogen
Persamaan reaksi kesetimbangan:p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (K):
b. Reaksi Heterogen
Persamaan reaksi kesetimbangan :p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (K):
menghitung harga Kc
p A + q B → r C + s D
Mula : e f – –
Bereaksi : g h k l
——————————————
Setimbang i j k l
Keterangan :
e : mol A mula mula
f : mol B mula mula
g : mol A yang bereaksi
h : mol B yang bereaksi
i : mol A pada setimbang
j : mol B pada setimbang
k : mol C pada setimbang
l : mol D pada setimbang
2. Harga Kp
a. Reaksi Homogen
Persamaan reaksi kesetimbangan:p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (Kp):
b. Reaksi Heterogen
Persamaan reaksi kesetimbangan:p A(g) + q B(g) ↔ r C(g) + s D(g)
Harga tetapan kesetimbangannya (K):
Pa : Tekanan Parsial A
Pb : Tekanan Parsial B
Pc : Tekanan Parsial C
Pd : Tekanan Parsial D
3. Tekanan Parsial
Tekanan parsial adalah tekanan yang ditimbulkan oleh suatu gas dalam suatu ruang. Sedangkan tekanan total adalah tekanan yang ditumbulkan oleh campuran – campuran gas gas dalam suatu ruangan.4. Hubungan antara Kp dan Kc
Kp = Kc(RT)ΔnKeterangan :
R : 0,082 L.atm/K.mol
T : Temperatur mutlak kelvin oC+ 273o
Δn : Selisih jumlah mol produk jumlah mol reaktan
Kc : Jumlah koefisien – koefisien reaktan
5. Derajat Disosiasi
Derajat disosiasi merupakan bagian atau persentase mol yang terurai terhadap mol zat mula mula
merupakan keadaan
reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan
konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada
reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju
terbentuknya produk.
Kesetimbangan kimia bersifat dinamis sehingga juga sering disebut
kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi
bolak-balik pada saat keadaan konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap
terjadi reaksi (terus-menerus). Kesetimbangan dinamis tidak terjadi
secara makroskopis melainkan secara mikroskopis (partikel zat). Berikut
penjelasan tentang kesetimbangan kimia.
ads
Pembahasan Kesetimbangan Kimia Lengkap
Pengertian Kesetimbangan Kimia
Seperti yang diuraikan di atas bahwa pengertian kesetimbangan kimia
adalah keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk
sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi
pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan
laju terbentuknya produk. Reaksi akan terjadi terus menerus secara
mikroskopis sehingga disebut kesetimbangan dinamis.
Ciri-ciri Keadaan Setimbang
Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatan setimbang sebagai
berikut.
Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.
Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang
berlawanan.
Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.
Konsentrasi produk dan reaktan tetap.
Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.
Pergeseran Kesetimbangan Kimia
Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya
konsentrasi zat, temperatur, dan tekanan atau volume. Berikut ulasan
lengkapnya.
Pengaruh Konsentrasi Zat terhadap kesetimbangan kimia
Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya.
Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya.
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut.
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ
Apabila konsentrasi N2 ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser
ke kanan, karena bila konsentrasi zat ditambah maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser dari arah yang ditambah konsentrasinya.
Apabila konsentrasi N2 dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser
ke kiri, karena bila konsentrasi zat dikurangi maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah yang ditambah konsentrasinya.
Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap kesetimbangan kimia
Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil.
Apabila tekanan pada sistem diperkecil/volume ditambah maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar.
"Tekanan dan Volume berbanding terbalik"
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ
Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4
Jumlah mol produk = 2
Apabila tekanan pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kanan, karena jika tekanan ditambah maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil
yakni 2.
Apabila volume pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kanan, karena jika volume sistem dikurangi maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil
yakni 2.
Apabila tekanan pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kiri, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4.
Apabila volume pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kiri, karena jika volume sistem ditambah maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar
yakni 4.
Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia
Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser
ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan
bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor (eksoterm).
Contoh : Pada persamaan reaksi
[A] + [B] <==> [C] H = -X
[C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan
reaksi endoterm (membutuhkan kalor).
Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke
kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke
kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).
Hukum Kesetimbangan Kimia
Hukum kesetimbangan kimia atau tetapan kestimbangan adalah perbandingan
dari hasil kali konsentrasi produk berpangkat kofisiennya masing-masing
dengan konsentrasi reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing.
Tetapan kestimbangan biasa disimbolkan dengan "K" atau "Kc"
Rumus Umum Kesetimbangan Kimia
Persamaan atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu,
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Heterogen
Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi
tidak sama, sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan
adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni
larutan dan gas.
Kesetimbangan Homogen
Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi
sama, sehingga seluruh konsentrasi zat digunakan untuk menentukan
tetapan kesetimbangan. Namun yang perlu diingat, bahwa yang dipengaruhi
tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja.
Contoh Soal
Diketahui suatu reaksi kesetimbangan
2A + B <==> A2B
Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B.
Jika dalam kesetimbangan
0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah....
Jawab
Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut.
Kesetimbangan Kimia
Jadi
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia
Volume dalam permaslahan di atas tidak berpengaruh karena akan
saling menghilangkan.
Tetapan Kesetimbangan Parsial
Tetapan kesetimbangan parsial adalah perbandingan dari hasil kali
tekanan pasrsial produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan
tekanan pasrsial reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. Tetapan
kestimbangan parsial disimbolkan "Kp".
Kesetimbangan Kimia
Ket :
p = tekanan parsial
Kesetimbangan Kimia
Ket :
pX = tekanan parsial yang dicari
nX = mol dari zat yang dicari tekanan parsialnya
En = total mol sistem
Ep = total tekanan parsial sistem
Contoh Soal
Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2. Pada saat
kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan total campuran
gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp.
Jawaban
Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut.
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia
Total mol dalam sistem
Mancari tekanan parsial pada setiap zat dengan persamaan
Kesetimbangan Kimia
Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm
Kesetimbangan Kimia
Hubungan Kesetimbangan Tekanan Parsial dengan Tetapan Kesetimbangan
Hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial dengan tekanan
kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan :
Kesetimbangan Kimia
Ket :
R = kostanta gas
T = Suhu
p,q,m, dan n = kofisien dari zat yang bereaksi.
Derajat Disosiasi
Derajat disosiasi adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui berapa
bagian zat yang terdisosiasi. Persamaan derajat disosiasi yakni
Kesetimbangan Kimia
Arti Tetapan Kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk beberapa fungsi antara lain
Memberi petunjuk tentang posisi kesetimbangan
Pada reaksi kesetimbangan, Kc dan Kp merupakan perbadingan konsentrasi
atau tekanan parsial dari zat hasil reaksi (produk) dengan zat peraksi
(reaktan) dalam keadaaan setimbang.
-Jika nilai Kc atau Kp besar menunjukkan bahwa reaksi tekanan
berlangsung sempurna atau hampir sembpurna.
-Jika nilai Kc atau Kp kecil menunjukkan bahwa reaksi tekanan
berlangsung sedikit.
Meramalkan arah reaksi
Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan zat-zat hasil reaksi
yag dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang maka harga diperoleh
disebut quotion reaksi (Qc). Qc merupakan perbandingan
konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc dengan
ketentuan sebagai berikut.
- Jika Qc < Kc maka reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai
terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc > Kc maka reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai
terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc = Kc maka terjadi keadaan setimbang.
Demikianlah penjelasan panjang mengenai kesetimbangan kimia, semoga Anda
bisa memahami penjelasan yang begitu singkat di atas. Semoga membantu.
Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2014/12/pembahasan-kesetimbangan-kimia-lengkap.html
Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2014/12/pembahasan-kesetimbangan-kimia-lengkap.html
merupakan keadaan
reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan
konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi pada
reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju
terbentuknya produk.
Kesetimbangan kimia bersifat dinamis sehingga juga sering disebut
kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan dinamis adalah suatu reaksi
bolak-balik pada saat keadaan konsentrasi tetap tapi sebenarnya tetap
terjadi reaksi (terus-menerus). Kesetimbangan dinamis tidak terjadi
secara makroskopis melainkan secara mikroskopis (partikel zat). Berikut
penjelasan tentang kesetimbangan kimia.
ads
Pembahasan Kesetimbangan Kimia Lengkap
Pengertian Kesetimbangan Kimia
Seperti yang diuraikan di atas bahwa pengertian kesetimbangan kimia
adalah keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk
sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi
pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan
laju terbentuknya produk. Reaksi akan terjadi terus menerus secara
mikroskopis sehingga disebut kesetimbangan dinamis.
Ciri-ciri Keadaan Setimbang
Ciri-ciri keadaan suatu reaksi bolak-balik dikatan setimbang sebagai
berikut.
Terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap.
Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang
berlawanan.
Laju reaksi ke reaktan sama dengan laju reaksi ke produk.
Konsentrasi produk dan reaktan tetap.
Terjadi secara mikroskopis pada tingkat partikel zat.
Pergeseran Kesetimbangan Kimia
Pergeseran kesetimbangan kimia dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya
konsentrasi zat, temperatur, dan tekanan atau volume. Berikut ulasan
lengkapnya.
Pengaruh Konsentrasi Zat terhadap kesetimbangan kimia
Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser dari arah (menjauhi) zat yang ditambah konsentrasinya.
Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah zat dikurangi konsentrasinya.
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut.
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ
Apabila konsentrasi N2 ditambah maka reaksi kesetimbangan akan bergeser
ke kanan, karena bila konsentrasi zat ditambah maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser dari arah yang ditambah konsentrasinya.
Apabila konsentrasi N2 dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser
ke kiri, karena bila konsentrasi zat dikurangi maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah yang ditambah konsentrasinya.
Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap kesetimbangan kimia
Apabila tekanan pada sistem ditambah/volume diperkecil maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil.
Apabila tekanan pada sistem diperkecil/volume ditambah maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar.
"Tekanan dan Volume berbanding terbalik"
Contoh : Pada persamaan reaksi berikut
N2(g)+ 3H2(g) <==> 2NH3(g) H = -92 kJ
Jumlah mol reaktan = 1 + 3 = 4
Jumlah mol produk = 2
Apabila tekanan pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kanan, karena jika tekanan ditambah maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil
yakni 2.
Apabila volume pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kanan, karena jika volume sistem dikurangi maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih kecil
yakni 2.
Apabila tekanan pada sistem dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kiri, karena jika tekanan ditambah maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar yakni 4.
Apabila volume pada sistem ditambah maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kiri, karena jika volume sistem ditambah maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah molekul yang lebih besar
yakni 4.
Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia
Apabila temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan bergeser
ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
Apabila temperatur sistem dikurangi maka rekasi kesetimbangan akan
bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor (eksoterm).
Contoh : Pada persamaan reaksi
[A] + [B] <==> [C] H = -X
[C] merupakan reaksi eksoterm (melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan
reaksi endoterm (membutuhkan kalor).
Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke
kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke
kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan
akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).
Hukum Kesetimbangan Kimia
Hukum kesetimbangan kimia atau tetapan kestimbangan adalah perbandingan
dari hasil kali konsentrasi produk berpangkat kofisiennya masing-masing
dengan konsentrasi reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing.
Tetapan kestimbangan biasa disimbolkan dengan "K" atau "Kc"
Rumus Umum Kesetimbangan Kimia
Persamaan atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu,
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Heterogen
Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi
tidak sama, sehingga yang diambil untuk menentukan tetapan kesetimbangan
adalah konsentrasi zat yang tetapan kesetimbangannya dipengaruhi yakni
larutan dan gas.
Kesetimbangan Homogen
Pada kesetimbangan heterogen bantuk zat-zat yang terlibat dalam reaksi
sama, sehingga seluruh konsentrasi zat digunakan untuk menentukan
tetapan kesetimbangan. Namun yang perlu diingat, bahwa yang dipengaruhi
tetapan kesetimbangan hanya bentuk gas dan larutan saja.
Contoh Soal
Diketahui suatu reaksi kesetimbangan
2A + B <==> A2B
Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2 mol B.
Jika dalam kesetimbangan
0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah....
Jawab
Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut.
Kesetimbangan Kimia
Jadi
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia
Volume dalam permaslahan di atas tidak berpengaruh karena akan
saling menghilangkan.
Tetapan Kesetimbangan Parsial
Tetapan kesetimbangan parsial adalah perbandingan dari hasil kali
tekanan pasrsial produk berpangkat kofisiennya masing-masing dengan
tekanan pasrsial reaktan berpangkat kofisiennya masing-masing. Tetapan
kestimbangan parsial disimbolkan "Kp".
Kesetimbangan Kimia
Ket :
p = tekanan parsial
Kesetimbangan Kimia
Ket :
pX = tekanan parsial yang dicari
nX = mol dari zat yang dicari tekanan parsialnya
En = total mol sistem
Ep = total tekanan parsial sistem
Contoh Soal
Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2. Pada saat
kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan total campuran
gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp.
Jawaban
Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut.
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia
Total mol dalam sistem
Mancari tekanan parsial pada setiap zat dengan persamaan
Kesetimbangan Kimia
Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm
Kesetimbangan Kimia
Hubungan Kesetimbangan Tekanan Parsial dengan Tetapan Kesetimbangan
Hubungan antara tetapan kesetimbangan parsial dengan tekanan
kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan :
Kesetimbangan Kimia
Ket :
R = kostanta gas
T = Suhu
p,q,m, dan n = kofisien dari zat yang bereaksi.
Derajat Disosiasi
Derajat disosiasi adalah nilai yang digunakan untuk mengetahui berapa
bagian zat yang terdisosiasi. Persamaan derajat disosiasi yakni
Kesetimbangan Kimia
Arti Tetapan Kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan dapat digunakan untuk beberapa fungsi antara lain
Memberi petunjuk tentang posisi kesetimbangan
Pada reaksi kesetimbangan, Kc dan Kp merupakan perbadingan konsentrasi
atau tekanan parsial dari zat hasil reaksi (produk) dengan zat peraksi
(reaktan) dalam keadaaan setimbang.
-Jika nilai Kc atau Kp besar menunjukkan bahwa reaksi tekanan
berlangsung sempurna atau hampir sembpurna.
-Jika nilai Kc atau Kp kecil menunjukkan bahwa reaksi tekanan
berlangsung sedikit.
Meramalkan arah reaksi
Apabila ke dalam persamaan tetapan kesetimbangan zat-zat hasil reaksi
yag dimasukkan bukan merupakan keadaan setimbang maka harga diperoleh
disebut quotion reaksi (Qc). Qc merupakan perbandingan
konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan persamaan Kc dengan
ketentuan sebagai berikut.
- Jika Qc < Kc maka reaksi akan berlangsung dari kiri ke kanan sampai
terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc > Kc maka reaksi akan berlangsung dari kanan ke kiri sampai
terjadi keadaan setimbang.
- Jika Qc = Kc maka terjadi keadaan setimbang.
Demikianlah penjelasan panjang mengenai kesetimbangan kimia, semoga Anda
bisa memahami penjelasan yang begitu singkat di atas. Semoga membantu.
Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2014/12/pembahasan-kesetimbangan-kimia-lengkap.html
Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2014/12/pembahasan-kesetimbangan-kimia-lengkap.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar